UMKM Go Online? Harus Dong!

UMKM go online! Sudah waktunya pengusaha rumahan pun go online dan memperkenalkan produk/layanannya ke lebih banyak orang. Juga Kemenkominfo sudah mendorong para pelaku UMKM untuk berjualan secara online diera digital ini. Kalau banyak orang kini senang berbelanja online, mengapa tidak menjadikan ini kesempatan?

Apalagi sudah ada program UMKM Go Online yang membuat perubahan signifikan pada perubahan platform para pelaku UMKM. Sudah ada 12 ribu pelaku UMKM yang mulai berjualan secara online. Memulai usaha dari rumah, tidak lantas berhenti di rumah kan? Dengan menjualnya online, kesempatan berkembang lebih besar.

Pada 2018 lalu, Kemenkominfo menjalin kerja sama dengan beberapa marketplace populer dan terbesar di Indonesia bersama 7 kementerian lain menggalang dan menggalakkan UMKM go online. Gerakan ini tentu menjadi tonggak bagi UMKM untuk semakin mendunia.

Penggalangan ini diikuti dengan ratusan kegiatan di puluhan kota besar di Indonesia. Masing-masing kegiatan bertujuan untuk mendorong para pelaku UMKM untuk beralih dari pemasaran konvensional ke pemasaran digital. Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan edukasi tentang jual-beli online.

Pemasaran secara online tentu saja memberi efek yang bagus bagi sektor UMKM. Melalui platform online ini, pelaku UMKM mendapat kesempatan untuk makin produktif melakukan transaksi. Selain itu, daya saing berbisnis pun meningkat bersamaan dengan beralihnya ke pemasaran digital.

Namun sayangnya, belum banyak pelaku UMKM yang sadar akan manfaat dan fungsi pemasaran secara online. Padahal ada banyak alasan mengapa mereka harus merambah dunia online. Apa saja? Ini dia!

 

UMKM Go Online? Harus Dong!

Pic. from progresstech.co.id

4 Manfaat UMKM go online

Bisa membuka toko tanpa keluar banyak biaya. Ini dia paling bisa dirasakan keuntungannya bagi para pelaku UMKM. Mereka tidak perlu menyewa toko untuk memajang produk-produknya. Mereka juga tidak perlu lagi membayar listrik atau menggaji karyawan untuk menjaga toko.

Baca Juga:  Peluang UMKM dalam Visit Wonderful Indonesia 2018

Mendirikan toko online jelas tidak membutuhkan banyak biaya dibanding dengan menyewa tempat untuk membuka toko. Pelaku UMKM tidak perlu lagi memikirkan biaya sewa bulanan/tahunan. Mereka tinggal fokus pada penjualan dan terus memperbaiki kualitas produk dan kemasannya.

Akan semakin mudah jika bergabung dengan marketplace-marketplace populer, karena dengan demikian, para pelaku UMKM juga tidak perlu memikirkan prosedur pembayaran dan pengiriman barang. Semua sudah dilakukan oleh marketplace tempat mereka bergabung sebagai penjual.

Dengan memasarkan produk di marketplace, maka terbuka kesempatan bagi produk UMKM untuk merambah negara-negara di Asia Tenggara juga negara-negara lain. Ini sulit dilakukan oleh jika tetap mengandalkan penjualan dan pemasaran secara konvensional.

Syarat mudah, jualan pun mudah. Jika ada yang memudahkan, untuk apa memilih yang lebih rumit? Pelaku UMKM biasanya hanya akan dimintai nomer rekening, NPWP, KTP, email dan nomer HP untuk bisa menjual produknya di suatu marketplace.

Bahkan di Lazada, disediakan pendampingan sampai pelaku UMKM mampu secra aktif berjualan di marketplacenya. Sebelumnya pelaku UMKM perlu memilih marketplace mana yang akan menjadi tempatnya bergabung sebagai penjual. Kenali seperti apa karakter produk, lalu pilih marketplace yang sesuai.

Sebelum memajang produk-produknya di marketplace, pelaku UMKM perlu memastikan foto yang dipajang menarik juga informatif sekaligus representatif. Jangan sampai hanya memotret sembarangan dan memposting tanpa memperhatikan sisi estetikanya.

Produk UMKM lebih banyak dikenal orang. Jadi, tidak hanya dikenal oleh orang-orang satu kota, tetapi juga orang-orang dari mancanegara. Dan, ini bisa terjadi bahkan tanpa biaya pemasaran yang besar. Toko online buka 24 jam sehari menawarkan produk-produk UMKM di marketplace.

Dengan cara ini pelaku UMKM akan mampu menjangkau lebih banyak konsumen dengan pasar yang lebih besar. Pelaku UMKM tidak perlu melakuka produksi besar-besaran untuk memajangnya di toko. Dengan berjualan di toko online, biaya produksi pun bisa dihemat.

Baca Juga:  Penjual Buku Sukses lewat Marketplace

Melakukan produksi besar-besaran tidak akan ada artinya jika hanya sedikir orang mengenal produk kita. Melalui pemasaran online, pelaku UMKM bisa memperlihatkan produk/layanannya kepada lebih banyai orang di Indonesia, bahkan dunia.

Keunggulan lain melalui berjualan online adalah siapa saja bisa membeli kapan saja dan dimana saja. Toko online, yang aktif 24 jam sehari membuat pelaku UMKM lebih produktif, karena tidak dibatasi oleh jam operasional seperti toko offline.

Penjualan online meningkatkan omset pelaku UMKM. Setelah lebih luas menjangkau konsumen, maka omset pun akan meningkat. McKinsey Institute melakukan studi terhadap hal ini dan mendapati bawah UMKM yang menjalankan bisnis secara online pendapatnya mengalami peningkatan 2 kali lipat.

Bisakah Anda bayangkan ketika bisnis katering Anda hanya diketahui oleh tetangga, tiba-tiba kota dimana Anda tingga mengenal produk Anda? Brand Anda dikenal di kota Anda dan tidak hanya itu, Anda mulai menerima pesanan dari luar kota.

Tidak hanya menambah penghasilan, pelaku UMKM dikemudian hari akan menambah usahanya dengan membuka  bisnis baru dengan produk yang baru pula. Dengan demikian, penghasilan akan meningkat dan kesejahteraan mereka pun meningkat.

Dengan terus meningkatkan mutu produk serta kemasannya, maka tidak mustahil UMKM akan sampai pada ranah global. Mendapatkan konsumen/pelanggan dari luar negeri bukan lagi impian dan dengan begitu, UMKM mampu memberi kontribusi pada perekonomian nasional.

Saat ini, UMKM telah mampu menyumbang dan menyerap tenaga kerja sampai sekitar 56% di Indonesia. Maka bukan tidak mungkin jika semakin banyak UMKM sadar internet dan memilih berjualan online, maka UMKM akan menjadi salah satu tulang punggu ekonomi Indonesia.

Septriana Tangkary, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim menyatakan ada 4 alasan UMKM harus berjualan secara online. Ini beliau nyatakan dalam acara Forum Sosialisasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital di Gedung Kominfo pada 25 Februari 2019.

Baca Juga:  10 Manfaat Digital Marketing untuk UMKM

Apa saja alasan UMKM harus berjualan online?

a. Menjangkau pasar yang lebih luas, karena dunia online merupakan dunia yang tanpa batas. Berjualan online akan membawa UMKM ke pasar yang juga tak terbatas. Pelaku UMKM tidak perlu ke daerah-daerah untuk berpromosi. Cukup online dan pelanggan yang datang.

b. Menghemas biaya pemasaran karena berjualan online tidak mengharuskan pelaku UMKM memiliki toko offline yang membutuhkan biaya sewa dan pemeliharaan. Memiliki atau menyewa toko artinya akan membutuhkan karyawan, biaya sewa serta biaya operasional yang jika diakumulasikan tentu tidak sedikit.

c. Membuat penjual lebih luwes berjualan. Berjualan online tidak mengharuskan si penjual untuk terus-menerus berada di toko demi menunggu pelanggan datang. Jualan online tidak berbatas ruang dan waktu. Dimanapun penjual berada. Toko online tetap buka menawarkan produk 24 jam sehari.

d. Karena pasar tidak terbatas, maka pendapatan pun bisa tak terbatas. Ini tingga keaktifan dan kreatifitas pelaku UMKM untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan mutu produk-produk dan layanannya.

Jadi, apakah Anda salah satu pelaku UMKM? sudahkah teryakinkan pemasaran bisa untuk memajukan usaha? Cobalah mulai beralih dari penjualan konvensional ke penjualan online dan buktikan sendiri seperti apa hasilnya. UMKM go online? Harus dong!