SATUSAMA, Wujudkan Kolaborasi Multistakeholders Pengembangan UMKM

Pada event Temu Nasional Pendamping II di Yogyakarta Mei 2016 lalu diluncurkanlah konsep Multistakeholders Entrepreneurship Initiative atau MEI sebagai kesepakatan bersama untuk senantiasa bekerja bersama-sama dalam pendampingan UMKM.

MEI menjadi salah satu bentuk kolaborasi pentahelix yang sebelumnya sudah jamak digulirkan. Ya, Kolaborasi. Sesuatu yang mudah diucapkan, namun tidak semudah untuk mewujudkannya. Seringkali justru kita temui di lapangan adanya program dan kegiatan pendampingan UMKM yang dijalankan secara parsial dan tidak saling terkait antara stakeholder satu dengan yang lain. Masing-masing bekerja sendiri. Dan yang seperti ini biasanya tidak berkelanjutan.

Berangkat dari kesepahaman pemikiran tersebut, maka digagaslah SATUSAMA. Sebuah program gerakan kolaborasi multistakeholders untuk mengartikulasikan energi pendampingan UMKM agar lebih efektif dan tajam menjawab permasalahan-permasalahan UMKM.

SATUSAMA adalah akronim dari Satu Tujuan Diwujudkan Bersama. Artinya tekad untuk menjalankan kolaborasi multistakeholders yang terdiri dari pemerintah, kampus, bisnis, media, komunitas, dan lembaga pendamping untuk satu tujuan yang sama yaitu UMKM Kuat yang mampu menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Disadari betul bahwa mewujudkan tujuan ini akan tidak mudah, karena itulah harus dikerjakan bersama-sama.

Working alone is so yesterday.

SATUSAMA diimplementasikan dalam 3 level, yaitu Strategis, Taktis, dan Teknis. Pada level strategis, hexahelix secara rutin bertemu untuk melakukan overview gerakan dan menyusun peta jalan pengrmbangan UMKM yang dikomandoi oleh Dinas Koperasi dan UKM tingkat Propinsi yang disinkronkan dengan visi misi daerah yang tertuang dalam RPJMD. Pada level Taktis, alat utama yang digunakan adalah Forum Koordinasi di tingkat kabupaten kota dalam mengawal dan mengkoordinasikan program dan kegiatan SATUSAMA di tingkat kabupaten kota.

Pada level teknis, masing-masing stakeholders memiliki ruang kreativitas masing-masing untuk menjalankan program dan kegiatan yang sesuai dengan core organisasinya namun masih dalam koridor koordinasi dan kolaborasi agae tidak tumpang tindih dalam pelaksanaannya.

Baca Juga:  BRANDING ITU RACUN

Senin kemarin, 28 Januari 2019 diselenggarakan Forum Satusama di Ruang Pertemuan Dinas Koperasi UKM DIY yang dihadiri dinas koperasi UMKM dari seluruh kabupaten kota, perwakilan kampus di Yogyakarta, ABDSI Korwil DIY, tim Inkubasi Bisnis DinasKop UKM DIY, dan perwakilan bisnis dari PT Netsol yang membangun platform inovasi pendampingan www.umkmjogja.id sebagai tool untuk memperkuat gerakan SATUSAMA secara Hybrid.