Definisi UMKM Naik Kelas, Indikator, dan Model Pendampingannya

Tak terasa gerakan UKM naik kelas sebagai milestone kedua roadmap Republik Entrepreneur yang digulirkan 2009 lalu sudah sehingga sedemikian mengisi ruangruang dan celahcelah dalam pengembangan UMKM di nusantara. Coba searching Roadmap Republik Entrepreneur 2020 untuk menemukan bacaan lebih lengkap.

Buka rahasia nih, latar belakang didirikannya RE dulu karena tim forbiz saat itu menghadapi kondisi yang unik. Sebagai perusahaan jasa konsultan bisnis, tentu segmen UKM dianggap kurang ekonomis, karena mindsetnya waktu itu UKM diberdayakan dengan dana hibah, bukan ditawari jasa yang harus berbayar. Banyak kawan yang menyangsikan peluang bisnis konsultan bisnis untuk UMKM ini sebagai bisnis yang menjanjikan.

Sampai hari ini pun komposisi usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia masih didominasi oleh usaha level mikro dengan pendapatan tahunan dibawah 300 juta. Maka strategi yang kami tempuh adalah menyorong UMKM untuk naik kelas sehingga posisi mereka bergeser menjadi segmen pasar bagi layanan jasa yang ditawarkan Forbiz. Tricky ? Tidak juga, karena kadang bisnis memang perlu menciptakan atau memandu pasar.

Bahwa gelombang gerakan tersebut sekarang yang terjadi bahkan diluar yang pernah kita bayangkan, itu pertanda keberhasilan suatu gerakan yang akhirnya menemukan sendiri jalan pengembangannya. Masih segar dalam ingatan, penyelenggaraan Forum Republik Entrepreneur tahun 2009 telah dibuat dan disepakati Roadmap Republik Entrepreneur 2020 dengan milestone sebagai berikut.

Milestone 1 : Arus Besar Entrepreneurship
Milestone 2 : UMKM Naik Kelas
Milestone 3 : Pasar Berpihak
Milestone 4 : Telebiro
Milestone 5 : Jaring Logistik Nusantara
Milestone 6 : Social Corporation

 

UMKM Naik Kelas sebagai Jargon.

UMKM Naik Kelas pada awalnya adalah JARGON yang menjadi vibrasi semangat bagi UMKM untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi bisnisnya agar dapat bertumbuh menjadi sebuah usaha yang produktifdan berdaya saing. Pertumbuhan usaha ini saya kategorikan dalam 5 tahapan UMKM Naik Kelas atau Tahapan Pertumbuhan Entrepreneur, yaitu :

Baca Juga:  Logo Bisnis, Mendongkrak Penjualan di Marketplace

Motivating
Yang membedakan seseorang disebut sebagai wirausaha terletak pada semangat dan karakternyanya. Jika seseorang memiliki motivasi dan keinginan untuk menjadi pengusaha / entrepreneur sesungguhnya ia berada pada level entrepreneurship yang paling awal. Sehingga ia harus didampingi agar naik kelas, mengambil langkah pemberani, memulai sebagai pelaku usaha (Starting).

Starting
Memulai usaha berarti memulai perhitungan. Resikonya sukses atau gagal. Banyak pelaku UMKM yang tidak tahu apa yang harus dilakukan pada tahap Starting ini, sehingga menghabiskan waktu dan modalnya hanya untuk membuka usaha dan berusaha agar tidak tutup. Semestinya pada tahap ini, UMKM fokus untuk memperkokoh 4 Pilar Bisnisnya (4P), dan jika sudah kokoh baru naik kelas ke level berikutnya, stabilizing.

Stabilizing
Bisnis di fase ini, artinya sudah menemukan inti bisnis dan 4 pilar bisnisnya sudah kokoh. Maka tugas berikutnya adalah bagaimana membuat Bisnis Bersistem. Semakin besar kapasitas usaha yang dijalankan, semakin banyak karyawan, semakin banyak urusan yang tidak bisa ia kerjakan sendirian maka itu penanda bisnis membutuhkan sistem dalam pengendaliannya. Fokus pada fase ini adalah membuat bisnisnya auto pilot sebelum naik kelas pada target berikutnya.

Spreading
Fase ini adalah bagian bagi pelaku usaha yang sudah siap naik kelas dari fase stabilizing. Artinya sistem bisnis sudah tertata, SDM yang kompeten, serta memiliki arah dan kebijakan pengembangan yang terukur dan sistematis. Model pengembangannya bisa bermacam-macam, seperti pembukaan cabang, franchise, kemitraan, diversifikasi pasar, dan sebagainya. Jika sudah sampai di sini, maka entrepreneur memiliki target naik kelas yang terakhir, yaitu untuk pemanfaatan hasil kerja kerasnya sesuai dengan visi dan tujuan hidupnya.

Freedom
Bebas apa yang menjadi tujuan tertinggi untuk bisnis Anda. Karena freedom, maka tidak ada ketentuan atau batasan yang mengatur bisnis kita harus bagaimana, kecuali kita sendiri yang menentukan, kita sendiri yang membuat batasan akan dimanfaatkan untuk apa saja hasil jerih kerja kita membangun bisnis tahap demi tahap. Freedom adalah kelas tertinggi bagi entrepreneur dalam semangat Gerakan UMKM Naik Kelas.

Baca Juga:  Perlawanan UMKM Terhadap Hedonisme

 

UMKM Naik Kelas Sebagai Gerakan

Dalam perkembangan implementasi milestone RE2020, dirasakan betul bahwa milestone kedua (UMKM Naik Kelas) harus dikerjakan secara konvergen dengan milestone ketiga (Pasar Berpihak). Dibutuhkan keberpihakan pasar untuk mendukung UMKM Naik Kelas, sebaliknya UMKM harus naik kelas agar pasar mau berpihak. Selalu seperti itu, duluan telur atau ayam. Maka Gerakan UMKM Naik Kelas dan Pasar Berpihak secara paralel dikampanyekan kepada semua pihak dalam berbagai forum, beragam komunitas, dan bermacam kesempatan.

Pada tahap ini, UMKM Naik Kelas merupakan sebuah GERAKAN yang memiliki tujuan untuk mengkampanyekan dalam lingkungan pelaku UMKM dan stakeholder tentang pentingnya mindset dan ketrampilan dalam mengelola usaha yang memperhitungkan dengan seksama proses pertumbuhan usaha yang terukur agar tercapai keberlanjutan usaha. Ukuran pertumbuhan UMKM yang disebut dengan UMKM Naik Kelas terletak pada tiga dari lima tahapan UMKM Naik Kelas, yaitu sebagai berikut

1. Tahap Starting
Pada tahap ini ukuran pertumbuhan adalah Omset. Alat ukur utamanya adalah Laporan Penjualan dan Laporan Arus Kas.

2. Tahap Stabilizing
Pada tahap ini ukuran pertumbuhan adalah Laba. Alat ukur utamanya adalah Laporan Laba dan Rugi.

3. Tahap Spreading
Pada tahap ini ukuran pertumbuhan adalah Aset. Alat ukur utamanya adalah Laporan Neraca.

Gagasan ini secara masif disebarluaskan dengan pendekatan gerakan, artinya menanamkan benih gagasan UMKM Naik Kelas dan Pasar Berpihak pada sebanyak-banyaknya forum dan komunitas secara terus menerus sehingga gagasan itu sendiri bertumbuh dan berkembang sesuai dengan konteksnya. Maka munculnya berbagai istilah dan definisi dari benih gagasan ini menjadi tolok ukur keberhasilan dari sebuah gerakan. Dan pada 2015 Kementerian Koperasi dan UKM RI secara resmi membuat gerakan 1 Juta UMKM Naik Kelas yang ditargetkan tercapai pada tahun 2020.

Baca Juga:  Bisnis Bermodal Paket Data dan Ponsel Pintar

Saya mengikuti betul progres gerakan yang dicanangkan oleh Kemenkop ini melalui jaringan di ABDSI. Sayangnya dengan perangkat struktural yang dimiliki dari tingkat pusat sampai daerah, gerakan 1 juta UMKM Naik Kelas ini belum pernah mencapai momentum gerakan. Saya tahu persis hal ini dikarenakan belum adanya kesamaan dalam konsepsi, definisi, indikator, dan bagaimana pendekatan pendampingannya. Mungkin hingga saat ini masih banyak pemerintah daerah yang bingung bagaimana kebijakan gerakan ini akan diimplementasikan di daerahnya meskipun Kemenkop UKM telah menerbitkan edaran sebagai panduan. Bahkan diantara pemerintah sendiri masing-masing membuat definisi dan indikator sendiri-sendiri. Semestinya paling tidak gerakan ini harus diperkuat dengan regulasi setingkat Peraturan Menteri.

Selain itu, yang berkembang di pemerintah ukuran naik kelas lebih banyak diterjemahkan naiknya klasifikasi usaha dari mikro menjadi kecil, dan dari kecil menjadi menengah. Tentu ini akan menyulitkan dalam implementasinya. Karena itulah UMKM Naik Kelas perlu didefinisi ulang mengikuti kebutuhan dan perubahan jaman.

 

UMKM Naik Kelas Sebagai Kurikulum

Sebagai kurikulum, UMKM Naik Kelas merupakan kesatuan model pendekatan (indikator dan cara) yang dibutuhkan pelaku UMKM dan stakeholder mewujudkan pertumbuhan karakter, kompetensi, dan kapasitas UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM Indonesia secara terukur dalam perkembangan ekosistem global. Dengan kata lain, UMKM Naik Kelas adalah tingkat ukuran yang menunjukkan pertumbuhan UMKM dalam periode tertentu yang meliputi 3 indikator utama, yaitu Karakter, Kompetensi, dan Kapasitas.