3 PRINSIP DALAM BISNIS

Selama menjalani profesi sebagai konsultan, saya senantiasa mencoba untuk menemukan prinsip dasar dalam berbisnis. Dari berbagai seminar, workshop, pelatihan, maupun diskusi-diskusi yang saya ikuti, ditambah dengan berbagai hikmah dalam proses layanan konsultasi dengan klien, pada akhirnya saya menemukan 3 prinsip berbisnis yang masih saya yakini hingga sekarang ini.

 

Prinsip pertamabahwa bisnis sesungguhnya hanya kendaraan yang mengantarkan kita menuju destinasi atau tujuan hidup kita.

Jadi bisnis bukan segalanya. Ibarat sebuah kendaraan, bisnis adalah sarana atau alat yang sengaja kita miliki supaya menambah nilai dalam perjalanan mencapai tujuan kita. Nilai tambah itu dapat berupa kecepatan, kemudahan, atau kenyamanan. Dengan menjalankan bisnis yang baik, Anda dapat mencapai tujuan hidup dengan lebih cepat, lebih mudah, dan lebih nyaman. Kalau bisnis yang sedang Anda jalankan saat ini tidak membuat Anda lebih cepat, lebih mudah, dan lebih nyaman, artinya ada yang salah dengan ‘kendaraan’ Anda. Seperti halnya kendaraan, kita juga harus memahami bisnis kita secara mendalam. Melakukan general check-up dan perawatan secara kontinyu, memperbaiki atau melakukan upgrade jika diperlukan, bahkan jika bisnis kita sudah tidak kondusif, banyak menyedot biaya dan menjadi sumber tekanan pada pikiran kita, sebaiknya pertimbangkan untuk berganti kendaraan, menutup bisnis tersebut dan memulai dengan yang baru.

 

Oleh karena itu, starting point untuk segala macam bisnis yang hendak Anda lakukan sesungguhnya adalah mendefinisikan tujuan dan visi. Tujuan menjelaskan ‘what the business does’, untuk apa bisnis itu dibuat atau didirikan, misalnya untuk mengumpulkan kekayaan, menyalurkan hobi dan kompetensi, mensejahterakan karyawan, menjadi orang yang mandiri, berbagi manfaat bagi banyak orang, dan lain sebagainya. Visi inilah yang menjadi tujuan kemana ‘kendaraan bisnis’ kita akan dibawa. Mayoritas bisnis yang sukses pertumbuhannya senantiasa diarahkan oleh serangkaian ideologi yang memuat peta jalan (roadmap) dan nilai keyakinannya (beliefs) yang menjadi inspirasi dan pedoman (guideline) bagi pemilik bisnis maupun para pihak yang berada dalam ‘kendaraan bisnis’ tersebut. Penentuan sebuah visi dan tujuan bisnis  merupakan prasyarat untuk perencanaan bisnis yang efektif.

Baca Juga:  7 Manfaat Pelatihan UMKM yang Wajib Anda Tahu

 

Prinsip Keduatidak ada yang baku dalam bisnis.

Meskipun ada 10 orang pengusaha yang memproduksi barang atau jasa dengan spesifikasi yang sama persis untuk melayani kebutuhan segmen pasar yang sama persis, tidak ada yang membuat aturan atau kebijakan bahwa 10 pengusaha tersebut harus menerapkan manajemen usaha yang sama persis pula.  Tidak ada yang baku artinya tidak harus selalu mengikuti kecenderungan atau kebiasaan yang umum digunakan. Tidak juga harus mengikuti apa yang telah dituliskan dalam teori-teori bisnis atau manajemen yang disusun oleh para begawan bisnis dan manajemen. Bahkan Anda juga freedom untuk tidak mengikuti apa yang saya sampaikan dalam buku ini.

 

Dengan freedom itulah kita mampu berpikir bebas, out of the box, dan membuat berbagai inovasi dan pengembangan bisnis. Namun perlu diingat, bahwa pada saat kita mengeksplorasi freedom dalam diri kita, pada saat bersamaan kita juga harus menerapkan ‘order’ sebagai manifestasi kedisiplinan untuk memastikan freedommembawa gerak bisnis kita secara progresif ke depan, tidak jalan di tempat atau justru balik ke belakang.

 

Prinsip Ketigabisnis harus untung.

Apapun tujuan Anda berbisnis, kalau bisnis Anda tidak menghasilkan keuntungan, sebaiknya pertimbangkan untuk tidak meneruskan bisnis tersebut, karena bisnis harus untung. Kalau aktivitas yang Anda kerjakan tidak menghasilkan keuntungan, maka bisa jadi itu bukan bisnis. Tidak menjadi soal apabila Anda tidak sependapat dengan saya, tetapi apapun orientasi bisnis Anda, kalau bisnis tersebut tidak menghasilkan profit atau keuntungan, saya yakin orientasi Anda akan sulit untuk diwujudkan. Bisnis harus tetap menghasilkan profit, dan untuk apa atau untuk siapa profit tersebut akan Anda manfaatkan adalah urusan yang berbeda. Menjalankan bisnis bertujuan untuk membuat hidup Anda lebih nyaman dan bahagia. Kalau Anda setiap hari harus merasa tertekan dan khawatir akan kepastian bisnis Anda, ketakutan karena bisnis justru menciptakan gunung hutang karena tidak pernah menghasilkan keuntungan, maka sebaiknya Anda mulai berpikir untuk berganti kendaraan.

Baca Juga:  8 Cara Mengembangkan UMKM yang Jitu